Powered By Blogger

Selasa, 28 November 2017

KAMPUS ADI BUANA SURABAYA BERDUKA



Civitas akademika Universitas Adi Buana berduka, tadi sekitar pukul 22.45 Drs. H. Matadjit, MM, pulang ke Rakhmatullah. Adalah salah satu pendiri universitas Adi Buana Dalam perjalanan hidupnya, almarhum adalah Ketua Dewan Mahasiswa IKIP PGRI Surabaya, karirnya diawali sebagai Guru Sekolah Dasar. Kemudian meningkatkan karirnya, sebagai PNS dan  pernah mengabdi pada Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Keaktifan di dunia politik sehingga berkesempatan menjadi anggota legislatif DPRD Kota Surabaya. Sebagai pendidik selalu memperjuangkan nasib kaum Umar Bakri, sehingga dipercaya sebagai Ketua PGRI Propinsi Jawa Timur. Sejarah pernah mencatat ketika melihat nasib guru, memberanikan diri menulis surat himbauan kepada Presiden yang di lewatkan Sekretariat Negara dan mendapatkan balasan yang menggembirakan dari pejabat sekretariat negara, Sudi SIlalahi. 
HImbauan itu berupa keinginan terdalam agar dana pendidikan dapat terealisasi sesuai amanat undang undang. Selama hidupnya sangat gemar berolahraga dan senang kesenian, kepiawaiannya memainkan biola melatari keinginan mendirikan keroncong di kampusnya. Akhir akhir ini menekuni kesenian pendalangan , bahkan pernah tampil dalam acara yang sangat istimewa dengan melakonkan cerita lahirnya sang Bima. Beberapa bukan ini kesehatannya tampak menurun, dan beberapa kali opname di RS Siloam Surabaya. Kini telah menghadap yang Maha ESa, dan universitas merasa kehilangan putra terbaiknya. Selamat jalan Pak Matadjit moga bahagia disana.

Senin, 27 November 2017

GELAR PELATIHAN HIPNOKONSELING GESTALT


 

Surabaya- Hipnosis seringkali dipandang negatif oleh sebagian kalangan tak terkecuali dari guru-guru Bimbingan dan Konseling (BK) sendiri. Hal tersebut terjadi karena masih kurangnya pemahaman mereka terhadap cabang ilmu psikologi ini. Dalang rangka pengabdian kepada masyarakat, Boy Soedarmadji, M.Pd., CHt. dan Ayong Lianawati, M.Pd CHt. Dosen BK Unipa Surabaya menggelar  "Pelatihan Hipnokonseling Gestalt" yang ditujukan kepada guru BK di wilayah Kota Surabaya.
Menurut Boy pelatihan ini untuk menjembatani kebutuhan konselor sekolah dalam upaya mempergunakan strategi konseling. Penggunaan strategi konseling yang konvensional sangat menyita waktu konselor dan konselingnya. Melalui ‘hipnokonseling gestalt’ ini penanganan masalah konseling menjadi lebih efisien karena langsung menuju ke permasalahan dan penggunaaan waktu yang semakin singkat.
“Guru memiliki keterbatasan waktu untuk melakukan konseling konvensional. Misalnya saja menangani masalah konflik pribadi bisa membutuhkan 3-4 kali pertemuan tetapi jika melalui hipnokonseling sekali pertemuan bisa selesai,”terang Ketua Program Studi BK Unipa tersebut.
“Nantinya, setelah mengikuti pelatihan para guru akan menguasai sejarah hipnosis, mereview kembali konseling gestal, kemudian menguasai Modifikasi Emty Chair-Parts Theray (ECPT), past life regresion, dan self hypnosis,”ungkap Boy.
Hipnokonseling Gestalt atau yang dikenal dengan sebutan  Higest sangat cocok diterapkan guru BK untuk penanganan siswa di era globalisasi ini. Hal tersebut diakui oleh Supono Adi Sucipto  Guru BK dari Hang Tuah 1 Surabaya salah satu peserta pelatihan mengungkapkan bahwa sebelum mempelajari hipnosis, ia memiliki pandangan negatif terhadap hipnosis dan segala jenisnya, akan tetapi setelah mendalaminya dengan serius akhirnya membuatnya ketagihan bahkan jatuh cinta pada hipnosis karena ilmu ini menggunakan kekuatan sugesti diri artinya bukan konselor yang aktif melainkan konselor hanya memfasilitasi untuk memunculkannya.
Sementara itu, Boy menegaskan perbedaan hipnoterapi dan hipnokonseling yang seringkali tumpeng tindih. Istilah hipnoterapi merujuk pada orang yang tidak sehat sedangkan hipnokonseling pada siswa atau  orang yang sehat tetapi bermasalah. Pihaknya juga akan terus memberikan pelatihan kepada guru-guru BK tidak hanya di wilayah Kota Surabaya tetapi dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan sosialisasi di Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lamongan dan wilayah lainnya.

DOSEN UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA BERBAUR DALAM ACARA HARI GURU NASIONAL DI SIDOARJO




Puluhan ribu Guru anggota PGRI dengan mengenakan baju kebesaran laskar "Batik Putih Hitam" berjejal memasuki Gelora Delta Sidoarjo. Sejak pagi bahkan beberapa Bus dini hari sudah berjejal parkir disekitar GOR itu. Sudah dipastikan jika kegiatan yang dilakukan PGRI pasti akan bajir peserta. Dalam acara itu hadir Ketua Umun Pengurus Besar PGRI Doktor Unifah Rosidi, dengan anggun menyapa seluruh peserta apel yang dahsyat itu. Hadiri ditengah acara yang sangat fantastik itu Gubernur Jawa Timur yang akrab dipanggil Pak De didampingi Gus IPUL sang kandidat Gubernur Jatim. Acara yabg terbilang tertib kendati peserta sangat mbludak. Acara yang juga memperingati hari aksara ini juga dihadiri anggota PGRI Cabang Khusus, tampak hadir dengan membawa bendera PGRI Jumbo dari cabang khusus perguruan tinggi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Dalam keanggotaan memang ada cabang khusus di bawah pengurus Kabupaten kota termasuk universitas Adi Buana.  Dalam apel
Ini tampak berbaur tanpa ada keistimewaan dan harus rela menanggalkan atribut masing masing. Bagi anggota cabang khusus ini dimanfaatkan juga bertemu para alumninya yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Selamat dan sukses untuk cabang khusus Universitas Adi Buana Surabaya

Rabu, 22 November 2017

RADAR SURABAYA: FILOSOFI SANG REKTOR UNTUK HARI PAHLAWAN



Pagi tadi harian Radar sedang memberikan reportasenya berjudul "Pahlawan now". Sengaja digali beberapa opini dari pemuda, pejabat Pemerintah hingga pengusaha, terkait dengan Hari Pahlawan. Pada segmen opini pendidikan tinggi, tampaknya yang terpilih berpendapat adalah Rektor Universitas Adi Buana Surabaya. Opini yang diberikan terkait dengan harapan sang Rektor dalam menyikapi hari pahlawan yang dipotretkan pada kondisi nyata negeri ini. Pimpinan kampus Semangat Pagi mengatakan bahwa kita ini in fact sebagai negeri
Multi varian, mulai suku, bahasa dan agama, maka menjaga tensi adalah keutamaan. Tension management ditekankan untuk negeri yang sarwa beda ini. Secara filosofis mengatakan saat ini bangsa membutuhkan peran siapa saja untuk "Menjadi Kulkas" yang mendinginkan suasana ketimbang "Menjadi Kompor Gas" yang hanya memanas manasi suasana.

IKUTI SEMINAR WORLD CLASS PROFESSOR 2017


 Ide yang terus mengalir dari Kemenristek membawa angin segar dalam mengungkit kemajuan dibidang akademik. Kementerian berusaha keras untuk membuat Citarasa perguruan tinggi menjadi riset sebagai nafas hidupnya, oleh karenanya harus terus dipompa. Dalam kesempatan itu menteri riset teknologi pendidikan tinggi M. Nasir mengatakan, bahwa upaya yang dilakukan hasilnya sudah nampak dan dapat dibanggakan. Ujarnya dalam sejarah bangsa, saat ini Indonesia mampu mengungguli Thailand. Kini untuk menopang keinginan melecut daya saing  bangsa,  kegiatan kegiatan dikreasi  dalam bentuk supporting expert dengan mengundang para profesor kelas dunia. Banyak yang diharapkan dari aktivitas yang bertajuk World Class Professor ini, yaitu untuk mendongkrak publikasi ilmiah. Kini sudah ada tiga perguruan tinggi negeri yang mendapatkan bantuan expert itu, selanjutnya tahun yang akan datang diperluas Jaringannya. Kini program itu disosialisasikan kepada perguruan tinggi terpilih, yakni perguruan yang tergabung dalam seratus besar perguruan tinggi

Rabu, 25 Oktober 2017

KATA PROFESOR HIDEO NAKATA PhD tentang Universitas Adi Buana








Saya tidak habis pikir untuk universitas yang satu  ini sampai memiliki mini zoo. Bagaimana Anda sampai memelihara rusa, diawali dari mana ide itu, adalah pertanyaan yang tidak ringan untuk dijawab, kata beliau. Lalu koleksi pepohonan yang begitu bervariasi. Universitas Anda sangat unique, saya pertama kali melihat universitas yang berpikiran komprehensif, antara tatanan manusia dan lingkungannya. Saya kagum dengan tradisi Anda, terima kasih saya dijadikan tamu dan menanam pohon di kampus ini. Saya akan ingat dan kelak akan kembali ke sini, untuk kembali bernostalgia